Pekerjaan berhubungan dengan Karakter dan Tindakan
Pernahkah anda merasa bosan dalam bekerja?
Merasa pekerjaan yang anda lakukan tidak cocok?
Hasil dari pekerjaan anda saat ini belum maksimal?
Buku KARMA YOGA hadir menjawab hal tersebut!

Mengapa harus buku KARMA YOGA?
Tindakan merupakan
awal dari sebuah hasil. Artinya, seberapa besar ide dan angan-angan, tidak akan
pernah menjadi kenyataan tanpa diawali oleh tindakan. Setiap tindakan akan
meninggalkan kesan pada pikiran. Kumpulan kesan dari gambar-gambar pikiran
inilah yang kemudian disebut karakter manusia. Jadi karakter hanyalah
merupakan kumpulan kecenderungan yang merupakan jumlah total dari
pikirannya.
Yang menarik
adalah ada faktor pendorong sehingga tindakan ini terjadi. Karena tindakan
merupakan awal dari sebuah hasil, maka faktor pendorong tindakan juga berperan dalam
melahirkan hasil dari sebuah tindakan.
Tentu saja akan
sangat menarik karena tindakan akan berpengaruh kepada karakter dan karakter
akan berpengaruh terhadap pekerjaan sehingga kemelekatan manusia terhadap
pekerjaannya merupakan kesengsaraan dalam kehidupan.
Sangat mungkin sekali bahwa pekerjaan anda saat ini berhubungan dengan KARMA anda …

KARMA YOGA
Ukuran buku 13x19cm
284 halaman
Harga buku Rp 98.000
Anda bisa langsung klik PESAN tanpa harus save nomer whatsapp ini 0817 6481 580
Siapa Penulis buku ini?

KARMA YOGA
Ukuran buku 13x19cm
284 halaman
Harga buku Rp 98.000
DAFTAR ISI KARMA YOGA
- Pertama: Karma, in its effect on character – Karma dan Pengaruhnya Terhadap Karakter
- Kedua: Each is great in his own place – Sesuatu Sudah Hebat Pada Tempatnya Sendiri
- Ketiga: The secret of work – Rahasia Bekerja
- Keempat: What is duty? – Apakah Yang Dimaksud Dengan Tugas/Panggilan Jiwa?
- Kelima: We help ourselves, not the world – Kita Membantu Diri Kita Sendiri, Bukan Dunia
- Keenam: Non-attachment is complete self abnegation – Tidak Melekat Merupakan Pelepasan Diri Sepenuhnya
- Ketujuh: Freedom – Kebebasan
- Kedelapan: Karma Yoga – Karma Yoga
DARI KOMANG SUTA
Komang
Suta Wirawan
Pemerhati
budaya dan praktisi meditasi
Saya sangat mengapresiasi buku ini
sebagai sebuah pemaknaan ulang dari karya agung Svami Vivekananda, Karma Yoga.
Dengan pemaknaan ulang maka pengetahuan Karma Yoga yang sudah berumur ribuan
tahun ini bisa dibumikan dengan kondisi kekinian di kehidupan modern sehingga
karya indah Karma Yoga tidak hanya berhenti di tataran filosofis tetapi menjadi
sebuah karya nyata atau ritual yang bisa menjawab permasalahan-permasalahan
kehidupan saat ini.
Pembahasan Karma Yoga selalu menjadi
sesuatu yang menarik, karena tidak ada seorang pun yang ada di bumi ini yang
terbebas dari tindakan atau kerja. Setiap orang selama hidupnya pasti akan
melakukan tindakan, karena bertindak adalah sebuah keniscayaan. Oleh karena
itu, dengan mendapatkan pengetahuan yang tepat tentang tindakan, akan menjadi
sesuatu yang penting sehingga setiap orang bisa mendapatkan hasil maksimal dari
kerja yang dilakukan dan bahkan mendapatkan kebebasan atau pencerahan dari
kerja tersebut. Tanpa pengetahuan yang tepat tentang karma, kita akan
terperangkap dalam sebuah lingkaran aksi-reaksi yang tiada berakhir yang
dihasilkan oleh setiap tindakan kita.
Dalam Bahasa Inggris dikenal istilah
yang berbeda untuk action dan activity. Action adalah sebuah tindakan yang
merupakan respon kita atas kehidupan yang kita hadapi, sedangkan activity
adalah sebuah tindakan impulsif.
Action adalah tindakan yang datang
dari kesadaran, dari keheningan diri sedangkan aktivitas adalah tindakan tanpa
kesadaran yang lebih banyak digerakkan oleh bawah sadar manusia. Orang bisa
saja terlihat sangat sibuk atau melakukan banyak activity, tetapi dalam
kesibukan tersebut bisa jadi tidak ada satu pun tindakan yang berupa action.
Tindakan dengan kesadaran atau action tersebut menjadi tema sentral dari Karma
Yoga.
Sebagai bentuk upaya untuk mendapatkan
pengetahuan yang tepat tentang tindakan, maka kita diajak mengetahui adanya
tiga sifat alam material yaitu Sattva, Rajas dan Tamas. Sifat Sattva berupa kekuatan ketenangan atau
keseimbangan, sifat Rajas merupakan kekuatan agresif atau sangat aktif dan
sifat Tamas merupakan kekuatan malas atau tidak aktif. Ketiga sifat alam
material ini mengikat manusia, ketiganya saling mendominasi dan membentuk
karakter manusia sesuai dengan sifat
mana yang dominan dalam diri.
Dilihat dari dorongan tindakan, kita
diperkenalkan dengan dua dorongan dari setiap tindakan yaitu might dan mercy.
Might adalah dorongan yang mementingkan diri sendiri, meningkatkan ego diri
sehingga dengan dorongan ini orang ingin mendapatkan sesuatu dari tindakannya.
Sedangkan mercy adalah dorongan kasih sayang, suka cita sehingga dengan
dorongan ini orang membagikan atau memberikan sesuatu melalui tindakannya.
Dengan menyadari ketiga sifat sattva,
rajas dan tamas serta dorongan tindakan berupa might atau mercy ini maka kita
bisa membebaskan setiap tindakan kita dari kemelekatan dan melihat tendensi
dari setiap tindakan kita apakah untuk mendapatkan sesuatu atau untuk
memberikan sesuatu.
Manusia memiliki tendensi untuk mengharapkan
hasil dari perbuatannya sehingga timbullah kemelekatan akan hasil dari
tindakannya yang menyebabkan orang berputar dalam sebuah putaran tindakan yang
tiada henti atau disebut sebagai samsara. Jika kita selalu memperhitungkan
hasil kerja maka kita justru kehilangan manifestasi tertinggi dari kerja itu
sendiri yaitu love, truth & unselfishness – cinta, kebenaran dan tidak
egois.
Tanpa pengetahuan yang tepat akan
Karma Yoga maka kita tidak bisa menggunakan kerja sebagai sebuah cara untuk
mencapai kebebasan atau freedom. Pertama
kita menyadari kemelekatan dan dorongan yang mendasari dari tindakan kita,
kemudian dengan pengendalian diri kita bisa membebaskan secara perlahan setiap
tindakan kita dari keinginan.
Bekerja dengan kesadaran adalah kerja yang
bebas dari keinginan dan pikiran, yang terbebas dari keinginan untuk
mendapatkan hasil dari kerja tersebut. Hanya dari kebebasan tersebut maka kita
bekerja melalui cinta, work through love, karena cinta hanya lahir dari
kebebasan.
Ketika kita bisa bekerja melalui cinta
maka kita bisa mengerti tugas kita pada kelahiran kita saat ini. Dalam cinta
yang mengalir dalam setiap tindakan maka setiap tindakan terjadi secara
totalitas. Dalam totalitas tersebut terjadi kesatuan antara tindakan dan yang
melakukan tindakan sehingga dalam kondisi tersebut kita bisa terbebas dari
ikatan yang dihasilkan oleh setiap tindakan kita.
Komang Suta
DARI KANG BS
Kang
BS
Pemerhati
budaya dan praktisi meditasi
Hampir semua agama dan budaya di
Indonesia mengenal istilah Karma. Akan tetapi banyak yang salah mengartikan
tentang Karma karena ketidakpahaman atau ketidak tahuan tentang makna Karma itu
sendiri. Buku Karma Yoga ini menjelaskan dengan gamblang apa yang dimaksud
dengan istilah Karma.
Sering kita mendengar seseorang
mengucapkan tentang adanya hukum Karma, atau mendapat kutukan Karma tujuh
turunan. Mendengar kata Karma menjadi sangat menakutkan dan terdengar seram, padahal
apapun yang kita lakukan dalam keseharian seperti makan, minum, berbicara,
melakukan kebaikan atau melakukan sesuatu yang tidak baik, itulah Karma.
Dengan kata yang lebih sederhana dan
mudah dipahami, buku Karma Yoga yang ditulis oleh Agung Webe merupakan hasil
penyelaman dari Karma Yoga – Swami Vivekananda, di mana arti Karma adalah
sebuah tindakan. Setiap aksi yang kita lakukan akan menimbulkan reaksi. Semua
hal sebagai hasil yang dilihat dari diri manusia merupakan Karma. Menderita
atau bahagia merupakan akibat Karma.
Karma bukanlah sesuatu hal yang
menakutkan seperti pemahaman selama ini, karena ini adalah tindakan yang kita
lakukan dari detik ke detik dalam kehidupan. Siapa diri kita saat ini
dihasilkan oleh tindakan sebelumnya (masa lalu), maka untuk mengubah siapa diri
kita nanti tentu dapat dihasilkan dari mengubah tindakan kita saat ini. Dengan
demikian maka kita dapat mengetahui bagaimana kita seharusnya bertindak untuk
diri kita sendiri saat ini dan melakukan pengendalian diri, serta
memanifestasikan kekuatan melalui Cinta, Kebenaran dan Tidak Egois. Dengan hal
tersebut, kita telah melangkah pada tahap awal dari Karma Yoga.
Buku ini memberikan pengetahuan
penting untuk kita semua dalam menjalani Karma yang tidak hanya sekedar
bertindak. Tindakan ini jika tidak disadari dapat mengakibatkan seseorang
berada dalam roda samsara. Dengan memahami Sattva, Rajas dan Tamas yang
merupakan tiga kekuatan alam yang selaras dengan Karma Yoga di mana kita semua
mengalami tiga kekuatan tersebut bergantian menguasai diri, atau juga muncul
dominan salah satunya. Karena tentu saja, banyak sekali dari tindakan tersebut yang
akhirnya membuat keterikatan atau kemelekatan.
Pengetahuan tentang Karma Yoga dalam
buku ini akan membebaskan seseorang dalam bertindak dari keterikatan di semua
aspek kehidupan dari masa lalunya. Dengan kata lain, terlepas dari roda samsara
pada kehidupan selanjutnya.
Setelah saya menyelami apa yang
ditulis dalam buku ini, saya lebih berhati-hati dalam bertindak. Buku Karma
Yoga ini sangat luar biasa dalam pemaparan dan penjelasanya. Buku ini
menghadirkan sudut pandang dan pemahaman baru tentang Karma.
Kang BS